Share This Post

Politik / Random

Cerita Hoax Tempoe Doloe (1)

Cerita Hoax Tempoe Doloe (1)

 

Sekarang lagi rame nih tentang hoax, ada yang menjadi penyebar hoax ada yang berusaha membuktikan bahwa itu hanya hoax,  sampe pihak kepolisian pun ikut terjun membasmi pembuat hoax. Kalau pihak kepolisian sudah terjun menanggapi penyebar hoax, ini berarti hoax saat  ini efeknya bisa memperkeruh kehidupan kebangsaan dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lingkaran setan munculnya hoax tentu saja dipengaruhi banyak faktor yang kalau di bahas disini pasti bakal ga dibaca krn akan membosankan  bentuknya seperti skripsi hehehe.

Yang ingin saya sampaikan dibawah ini boleh dianggap  sekedar joke, dan tidak ingin menyudutkan suatu wilayah atau individu .. anggap saja cerita fiksi juga tidak masalah !!

 

Cerita -1

Pada tahun 1996, saya masih teringat dengan jelas bahwa saat itu saya terpaksa meninggalkan bangku SMA  krn dikeluarkan dari sekolah, mau tidak mau saya harus menamatkan SMA saya di daerah lain dengan mengulang di kelas III dari awal . Saya kembali merasakan bangku sekolah di tahun 1998. Cukup lama waktu penantiannya.

Selama masa penantian, saya mengasingkan diri di sebuah taman nasional di pulau Jawa bagian  Timur, bukan kabur loh tp memang saya senang mengharmoniskan diri dengan alam. Secara tidak sengaja saya tergabung sebagai seorang sukarelawan yang ikut menjaga kelestarian alam, kalimat sederhananya cuman jadi tukang ngumpulin sampah dari pengunjung yang datang J termasuk yang senang berkoar-koar “pecinta alam”

Saya masih ingat sekali, pada suatu waktu –saya sengaja menjadi penyebar hoax di daerah sana, mungkin kalau sekarang saya sudah ditangkap juga gara-gara menyebar hoax. Penyebaran hoax dilakukan saat masif didaerah pinggiran tersebut sampai kami membentuk kelompok yang terorganisir untuk menyebarkan hal tersebut, dengan cara berhadapan langsung dengan masyarakat krn jaman itu masih jaman HP motorolla yg flip belum bisa buka media sosial hihihi.

Pada saat itu masyarakat sekitar gemar melakukan pembalakan liar kecil kecilan, walaupun yang terorganisir dan  sangat besar juga ada. Karena keterbatasan sumberdaya, saya cuma bisa melakukan pendekatan dengan masyarakat masyarakat kecil saja, kalau yang gede urusannya pasti ruwet.

Pada jaman itu , masyarakat sangat percaya pada sesuatu hal yang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat atau sudah takut duluan sebelum mengalami. Keadaan ini saya manfaatkan dengan menyebarkan berita hoax terdengar tangisan bayi lah, sering ada bayangan putih di tikungan z, mesin kendaraan tiba tiba mati, sering tercium aroma melati dsbnya .

Efeknya lumayan , ada pengurangan di pembalakan, walaupun pembalakan masih tetap ada juga.maksud tujuan udah jelas untuk apa nyebar hoax saat itu.

Nah yang  bikin saya sangat terkesan dan terheran heran adalah salah satu cerita yang sampai kembali ke telinga saya kembali, saya sangat jelas teringat mengatakan bahwa di tengah hutan ( ada jalan yg cukup dilalui kendaraan ) kendaraan saya sering  mati tiba tiba ( daerah perbatasan kawasan hutan lindung dengan taman nasional ) sebetulnya di daerah sini sering terjadi pembalakan liar oleh oknum. Ini memang kejadian sebenarnya, pukul 01.30 subuh motor saya mati mendadak di tengah perjalanan menuju pos atas ( krn memang sudah uzur , masih astrea star ) dan saya turun untuk membersihkan busi . Krn saya seorang perokok , saya menyalakan rokok dan menghisapnya dalam dalam lalu membersihkan busi kendaraan. Dan kendaraan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Saya menceritakan kepada masyarakat sekitar pos penjagaan dibawah tentang keadaan yg saya alami tempo hari dengan sedikit pengurangan ( bukan penambahan  ) cerita. Begini, di jembatan x motor saya  mati mendadak saat tengah malam, lalu saya melihat asap putih di jembatan ( saya tidak menceritakan bahwa saya merokok disana )  . Just That !…

Beberapa minggu kemudian saya di laporkan seorang jagawana bahwa kegiatan pembalakan liar di dekat jembatan sudah jarang terlihat ( biasanya dijadikan tempat penumpukan kayu ) gara gara ada desas desus di jembatan itu penunggunya sering menampakkan diri berupa asap putih  dan sering terlihat juga wanita berambut panjang menggunakan baju putih …. saya cuma senyum2 saja dengar cerita itu, dalam hati saya berkata kok nambah jadi penunggu dan ada si eneng disana. Belum cukup seperti itu, setahun kemudian ada cerita yang bikin saya lebih bengong lagi…. jembatan tadi sering ditaruh sajen dan ada orang yang sering datang kesana buat semedi atau minta nomor.. nah loh ni sajen buat siapa ?! …

Intinya sih pembalakan jelas berkurang krn kalau ada org semedi disitu para pembalak yang biasa naruh kayu jadi mikir juga krn ada manusia yg bisa melihat mereka disitu. Kalau saat ini kita sempat jalan kesana , jalannya sudah bagus , ada pos jaga dan lumayan rame krn pak Bupati saat ini sangat concern dengan pariwisata, tapi dijembatan itu masih sering saya lihat ada yg naruh kembang ( sajen ) >.<.

“Sometimes people don’t want to hear the truth because they don’t want their illusions destroyed.”
Friedrich Nietzsche

Share This Post

Leave a Reply

Lost Password

Register

Social Login