Share This Post

Politik

Korupsi itu…

Korupsi itu…

dear ibu pertiwi,

seminggu yg lalu, tanggal 20-21 April 2018… saya mendapat kejutan oleh DPP PSI melalui e-mail bahwa saya lolos & berhak mengikuti seleksi bacaleg 2019 di Bengkulu… merinding… itu kesan pertama yg saya rasa… mengingat prestasi terbesar saya selama ini, hanya dapat 2 tiket nonton film gratis 2 hari sebelum diputar… di e-mail itu, tercantum syarat yaitu presentasi mengenai korupsi & intoleransi serta bagaimana mengajak anak-anak muda dalam melakukan perubahan…. yg tadinya merinding berubah jadi mulas… hahaha…

saya akui, dari kecil saya memang mengidap penyakit Glossophobia… yaitu rasa takut yg amat sangat terhadap bicara di depan publik… mungkin itu penyebabnya sampai sekarang saya masih single… kasihan ya saya? hahaha…

eniwei, soal korupsi… siapa sih yg tau artinya? saya rasa masing-masing individu memiliki pemahaman yg berbeda-beda… saya bukan kriminolog… apalagi ahli hukum… yg pasti, saya mempunyai pendapat sendiri tentang korupsi… simpel aja… contoh pertama, seorang Gubernur Jambi “menyuap” beberapa anggota DPRD karena TAKUT anggarannya tidak disetujui… mmm… kenapa takut? saya sendiri penasaran apa sih yang direncanakan oleh seorang Gubernur sehingga membuat beliau merasa ragu? saya rasa ini penting untuk digali oleh pihak-pihak terkait dalam rangka pencegahan korupsi…

dari contoh di atas, saya bisa menyimpulkan bahwa korupsi itu adalah penyalahgunaan wewenang/kekuasaan untuk melakukan tindak kejahatan… kenapa? karena Gubernur itu adalah seorang pejabat yg memiliki kekuasaan, dalam hal ini, Gubernur adalah seorang pemimpin yg memiliki wewenang dalam suatu wilayah provinsi…

mmm… kejahatan itu kan luas… kenapa yg ditangkap oleh KPK selalu berhubungan dengan materi/uang?… berarti korupsi bisa diartikan lagi secara khusus yaitu penyalahgunaan wewenang/kekuasaan untuk melakukan tindak kejahatan keuangan…

FAKTA KORUPSI:
1. pemilihan legislatif sudah langsung… tetap korupsi… DPRD Sumut & DPRD Malang sukses memecahkan rekor…
2. pemilihan kepala daerah & presiden juga sudah langsung… masih tetep korupsi… terutama kepala-kepala daerah…

ada suatu wacana… pilkada (pemilihan kepala daerah) dikembalikan lagi kepada DPRD… klo kelakuan anggota-anggotanya sama seperti DPRD Sumut & DPRD Malang, saya kok kurang yakin klo wacana tersebut bisa meminimalisir tindak pidana korupsi…

pada tahun 1899 di Oregon, Amerika Serikat… apa yg dialami Indonesia pernah dialami mereka hingga akhirnya ada program DIRECT LEGISLATION yaitu Kebijakan Langsung… dimana setiap aturan yg akan dibuat harus diuji publik terlebih dahulu sehingga jika terjadi kekurangan bisa dikoreksi & memuaskan semua pihak… dengan begitu, kepala daerah korup pun tak berkutik… karena Dewan Perwakilan Rakyat Daerah “dibeking” oleh rakyatnya… wakil rakyat pun tidak bisa main-main karena dengan Kebijakan Langsung, mereka bisa diganti kapan saja melalui Petisi…

coolest dude with the beautiful moustache... Mr. Moustache... coolest dude with the worst dad bod you have ever seen... don't look at it...

Share This Post

4 Comments

  1. selamat bro …atas terpilihnya ikut kontestasi caleg PSI
    untuk memberantas korupsi mulailah dari diri sendiri

  2. perangi korupsi bersama psi……

  3. saatnya angkatan muda berbaris melawan korupsi… saya tau… memang tidak gampang tapi itulah perjuangan…

Leave a Reply

Lost Password

Register

Social Login