Share This Post

Politik

Mulai Terlatih Jadi Motivator

Mulai Terlatih Jadi Motivator

Pada suatu hari jelang Sholat Maghrib, ponsel saya berdering. Nama seorang Ketua DPD PSI di Kaltim muncul di layar ponsel. Dia jarang menghubungi saya lewat telpon. Paling sering lewat pesan Whatsapp atau pesan singkat.
Telpon langsung saya angkat. Karena saya yakin ini penting sekali sampai dia menghubungi saya.
“Bro, DPC kami kurang dua. Saya sudah tidak punya uang lagi bentuk DPC karena lokasinya jauh dan tidak ada kendaraan umum,” ujarnya tanpa basa basi.
Di dalam semua peraturan Pemilu 2019, syarat untuk menjadi parpol peserta pemilu salah satunya adalah membentuk kepengurusan minimal 50 persen dari seluruh kecamatan yang ada di sebuah kabupaten atau kota. Dan saya tahu, DPD PSI yang satu ini masih kekurangan 2 kecamatan lagi untuk memenuhi 50 persen itu.
“Di DPW ada dana lebih gak bro. Kalau ada besok saya berangkat. Karena waktu kita sudah mepet,” tambahnya.
Saya tak langsung menjawab. Saya hanya balik bertanya soal DPC mana yang harus dia bentuk, jaraknya, dan apa kesulitannya.
Lalu meluncur lah kisah dia soal kecamatan yang jauh itu. Saya tak fokus mendengarkan. Karena lebih banyak memikirkan dapat uang operasional dari mana lagi.
Salah satu tantangan membentuk PSI di Kaltim tentu saja yang paling utama adalah persoalan geografis. Selain jarak yang jauh antar kabupaten dan kota, jarak antar kecamatan juga terbilang ekstrim. Tak ada angkutan umum. Komunikasi susah karena sinyal seluler tak merata.
“Begini saja bro,” jawabku. “Kita juga lagi tak ada dana. Selama kami memikirkan dan mengusahakan pembiayaan itu, teman-teman pengurus DPD sebaiknya berembuk untuk cari jalan keluarnya. Lakukan apa saja yang bisa dilakukan yang tidak mengeluarkan biaya.”
Suasana tiba-tiba hening. Saya memahami keheningan itu. Sebab saya yakin dia tak punya jalan keluar lainnya sehingga berani menelpon saya.
“Saya butuh saran bro,” katanya parau memecah keheningan dua anak manusia di ujung ponselnya masing-masing.
Pada posisi itu, saya terpaksa harus memotivasi. Beragam kata-kata motivasi keluar begitu saja. Alamiah. Natural.
Padahal saya sendiri tidak pernah belajar maupun ikut pelatihan motivator. Memotivasi diri sendiri saja sulit. Hari itu saya dihadapkan untuk memotivasi orang lain.
Tiga tahun membangun PSI di Kaltim memang benar-benar menguras energi. Tak hanya mengorbankan tenaga, pikiran dan waktu juga. Apalagi para pengurus PSI di berbagai tingkatan harus tetap bekerja seperti biasanya. Harus tetap berkumpul bersama keluarga juga.
Karena persoalan ini, banyak pengurus yang mau mengajukan pengunduran diri. Di situasi jelang pendaftaran ke KPU saat itu, ini sangat genting. Solusi terbaik ya menjadi motivator. Kata-kata penyemangat hampir meluncur setiap hari.
Selama tiga tahun menginisiasi pembentuk PSI, selama itu pulalah saya menjelma menjadi seorang motivator. Kebanyakan yang menjadi persoalan memang masalah biaya.
“Bro, DPC saya mau mundur. Katanya di parpol lain mereka dapat sekian-sekian setiap bulan. Di PSI gak ada,” kata seorang pengurus DPD PSI suatu ketika.
Bayangkan saja, selama tiga tahun, sejak PSI ikut verifikasi Kemenkumham, kami dihadapkan dengan pertanyaan seperti itu. Solusinya? Ya menjadi motivator. Hahaha.
Sampai hari saya tak tahu bagaimana kawan ketua DPD PSI itu menyelesaikan masalah pembentukan DPC-nya. Sebab hari ini PSI sudah menjadi peserta Pemilu 2019. Saya pun enggan bertanya bagaimana dia menyelesaikan pembentukan DPC. Nantilah suatu saat saya minta dia membuat semacam testimoni.
Salam Solidaritas!!!

Share This Post

2 Comments

  1. Assalamualaikum wr wb…perkenalkan sy fikri asal lampung..tepatnya kabupatwn lampung tengah bandar jaya….sy sangat antusias sekali dengan PSI dan sangat berminat sekali utk mnjdi anggota PSI…sy ingin mengabdi dengan sepenuh hati jiwa raga krn sy sangat termotivasi dgn misi dan visi PSI…mohon utk petinggi senior PSI utk informasi nya dan mohon bimbingannya…sekedar catatan : kita tdk butuh org pintar..sekolah tinggi..tapi yg kita butuhkan adalah kejujuran..keterbukaan keadilan..kepedulian sesama.. dalam memimpin suatu bangsa…krn tanpa itu insya allah tdk ada lagi yg nama nya korupsi yg mementingkan kepentingan pribadi atas golongan…trima ksh

  2. Sungguh suatu perjuangan yang berat, tetap semangat bro, salam solidaritas… just support, harusnya ditanya bro solusi nya. untuk berbagi.. peace…

Leave a Reply

Lost Password

Register

Social Login