Milan Kundera

Toleransi dan Tawa Tuhan

“Manusia berpikir, Tuhan pun tertawa”, tulis Milan Kundera. Benarkah Tuhan tertawa saat kita manusia berpikir? Sebagai sebuah kenyataan faktual tentu kata-kata tersebut mengada-ngada dan malah absurd. Bahkan saya yakin bahwa tidak ada seorang pun yang mampu membuktikan secara faktual kebenaran kata-kata, yang disitir Milan Kundera dari sebuah peribahasa Yahudi tersebut. Tapi toh kita masih bisa memaknainya paling sebagai sebuah metafor, sebagaimana diungkapkan pula oleh Kundera sendiri, bahwa sesungguhnya “tiada kemajuan yang mungkin dicapai manusia tanpa kemampuan menertawakan diri sendiri” Desakralisasi Saya ingat Umberto Eco, “Tertawa adalah desakralisasi” katanya. Abad keimanan atau biasa disebut Dark Age digantikan oleh abad nalar atau modern. Descartes memulainya dengan adagium, “Aku...

Lost Password

Register

Social Login