Share This Post

Uncategorized

Terjebak Agama Yang Materialis

Terjebak Agama Yang Materialis
Kematian, jarang orang mau bicara tentang kematian, bisa dikatakan tabu dan menantang maut. namun saya sendiri berpikir bahwa kita akan bicara mati karena kita hidup pada tataran materi dan dunia. dunia sebagai bentuk manifestasi fisik pemikiran membuat kerangka bahwa yang fisik itu ada batasnya, yang fisik itu ada umumrnya.
Namun ketika kita sebagai orang beragam, maka kita diyakinkan bahwa ada hidup setelah mati, ada pertanggung jawaban setelah kehidupan di dunia, atau dengan kata lain zat yang namanya manusia itu adalah abadi, manusia ketika dihidupkan kemudian hanya akan berpindah-pindah alam, dari alam roh ketika proses penciptaan, alam rahim ketika dalam proses pembentukan fisik, alam dunia saat ini, alam barzah atau alam kubur menunggu hari penghakiman dan terakhir alam akhirat atau alam keabadian.
Jadi sebagai orang beragama tidaklah tepat bila kita katakan manusia itu mati, akan lebih tepat bahwa manusia itu hidup abadi hanya akan berpindah-pindah alam, sehingga prespektif kita pada materialime itu lebih objektif dalam artian begini, kebanyakan orang mengatakan kalau ingat mati akan justru kita terlalu memikirkan akhirat dan hanya perduli sama yang sifatnya agama.
Justru ini pemikiran sesat yang di gemborkan oleh ajaran materialisme. bagaimana agama dipisahkan dari kehidupan ini, bagaimana agama tidak diperankan penting du dunia ini, sebuah kesalah fatal pada kehidupan tentunya. padahal agama itu adalah alat agar kita bahagian hidup didunia ini, agama itu membuat orang akan belajar lebih rajin, kerja lebih giat dan berbangsa lebih loyal. bukan justru agama dipahami sebagai kegiatan ritual yang menciptakan struktur budaya identitas. dimana agama hanya menjadi formalisme dalam dunia ini. akhirnya agama menjadi sekedar melepaskan salah benar. agama menjadi nilai materialisme. maka agama dianggap candu oleh kerangka materialsme.
Sehingga seharusnya kita sudah mencari kebenaran bahwa, bahagialah hidup didunia dengan segala fasilitas, potensi, peluang dan isinya sebaik mungkin, maka ada istilah “Kalau engkau mau bahagia di akhirat, maka kamu harus bahagia di dunia” bukan malah bersusah-susahlah diakhirat maka kamu akan dapat ganjaranya di akhirat, itu pemikiran yang sangat sesat dan tidak konstruktif. karena pada hakikatnya kita diminta untuk bahagia disemua alam yg diciptakan Tuhan, bukan hanya di alam awal….tapi sampai alam akhir…5 alam diatas harus bahagia, itu pesan agama.

Share This Post

3 Comments

  1. Siiip mantap

Leave a Reply

Lost Password

Register

Social Login